Mengenal 10 Alat Musik Dipetik Populer dan Cara Memainkannya

📁 Alat Musik 🕒 27 Mei 2026

Pengertian Alat Musik Di Petik

Alat musik di petik merupakan salah satu kategori instrumen musik yang paling tua dan paling populer di dunia. Secara definisi, alat musik petik adalah instrumen yang menghasilkan suara melalui aksi memetik atau menyentak senar (dawai) yang diregangkan di antara dua titik. Getaran dari senar yang dipetik ini kemudian diperkuat oleh badan resonansi instrumen, menghasilkan nada yang khas dan merdu. Sejarah alat musik petik tradisional dapat ditelusuri ribuan tahun ke belakang, dengan bukti arkeologis berupa lukisan dinding di Mesir kuno yang menunjukkan orang memainkan alat mirip harpa. Di Indonesia sendiri, kekayaan alat musik petik tradisional sangatlah beragam, mulai dari sasando dari Rote, kecapi dari Sunda, hingga sampe dari Kalimantan. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam hal bentuk, bahan pembuatan, dan teknik memetik gitar atau alat petik lainnya, yang mencerminkan kearifan lokal dan filosofi hidup masyarakat setempat. Keberadaan alat musik ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga bagian integral dari upacara adat, ritual keagamaan, dan pengiring cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam konteks Indonesia modern, alat musik di petik mengalami perkembangan yang sangat pesat. Jika dulu kita hanya mengenal gitar akustik sebagai alat musik petik modern yang paling umum, kini berbagai jenis alat musik dawai dari seluruh dunia mudah ditemukan dan dimainkan oleh masyarakat Indonesia. Genre musik pop, rock, jazz, hingga dangdut sangat bergantung pada instrumen petik sebagai tulang punggung melodi dan harmoni. Fenomena ini didukung oleh kemudahan akses informasi melalui internet, di mana tutorial cara memetik gitar atau memainkan ukulele dapat diakses secara gratis oleh siapa saja. Selain itu, bermunculan komunitas-komunitas musik yang fokus pada alat musik petik, seperti komunitas gitaris, komunitas ukulele, dan sanggar-sanggar seni yang mengajarkan alat musik petik tradisional kepada generasi muda. Hal ini menunjukkan bahwa alat musik di petik tidak hanya relevan, tetapi juga terus beradaptasi dengan selera dan kebutuhan zaman. Bahkan, banyak musisi Indonesia yang sukses memadukan alat musik petik tradisional dengan instrumen modern, menciptakan warna musik baru yang unik dan mendunia. Untuk memahami lebih dalam tentang frekuensi dan nada yang dihasilkan oleh senar-senar ini, Anda dapat menggunakan Kalkulator Frekuensi untuk menghitung hubungan antara panjang senar, tegangan, dan frekuensi nada.

Jenis-Jenis Alat Musik Di Petik

Dunia alat musik di petik sangatlah luas dan beragam. Secara garis besar, kita bisa mengelompokkannya berdasarkan asal-usul geografis, bentuk fisik, jumlah senar, dan teknik permainannya. Mulai dari instrumen yang sederhana dengan satu senar hingga yang kompleks dengan puluhan senar, setiap jenis memiliki karakter suara dan tantangan tersendiri. Berikut adalah sepuluh jenis alat musik petik yang paling populer dan sering ditemui, baik dalam konteks musik tradisional maupun modern.

  • Gitar Akustik: Ini adalah raja dari semua alat musik petik modern. Gitar akustik memiliki enam senar yang terbuat dari baja atau nilon. Badan gitar yang berlubang (hollow body) berfungsi sebagai ruang resonansi alami, menghasilkan suara yang hangat dan organik tanpa perlu amplifikasi listrik. Gitar akustik sangat serbaguna dan digunakan di hampir semua genre musik, dari folk, pop, country, hingga blues. Cara memetik gitar akustik bisa dilakukan dengan jari (fingerstyle) atau menggunakan plektrum (pick). Teknik memetik gitar yang baik sangat penting untuk menghasilkan suara yang jernih dan ritmis.
  • Gitar Listrik: Berbeda dengan gitar akustik, gitar listrik menggunakan pickup elektromagnetik untuk mengubah getaran senar menjadi sinyal listrik, yang kemudian diperkuat oleh amplifier. Badan gitar listrik biasanya solid (padat) sehingga tidak menghasilkan resonansi akustik yang signifikan. Instrumen ini identik dengan musik rock, metal, jazz, dan blues. Gitar listrik memungkinkan berbagai efek suara seperti distorsi, reverb, dan delay, memberikan kebebasan ekspresi yang sangat luas bagi pemainnya.
  • Ukulele: Alat musik petik kecil asal Hawaii ini memiliki empat senar (biasanya senar nilon) dan bentuk yang mirip gitar mini. Ukulele terkenal dengan suaranya yang ceria, ringan, dan mudah dipelajari, menjadikannya pilihan favorit bagi pemula dan anak-anak. Ukulele hadir dalam beberapa ukuran, yaitu soprano (terkecil), concert, tenor, dan bariton (terbesar). Popularitas ukulele di Indonesia melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan anak muda yang gemar bermusik santai.
  • Mandolin: Mandolin adalah alat musik petik tradisional dari Italia yang memiliki delapan senar yang dipasang berpasangan (cours). Suara mandolin sangat khas, tajam, dan nyaring, sering digunakan dalam musik bluegrass, folk, dan klasik. Teknik memetik mandolin biasanya menggunakan plektrum dengan gerakan tremolo yang cepat untuk menghasilkan suara yang berkelanjutan. Meskipun tidak sepopuler gitar, mandolin memiliki penggemar setia di Indonesia, terutama di kalangan musisi folk dan klasik.
  • Harpa: Harpa adalah salah satu alat musik petik tertua di dunia, dengan bentuk melengkung yang elegan dan jumlah senar yang bisa mencapai 47 buah. Harpa dimainkan dengan cara dipetik menggunakan kedua tangan, dan suaranya sangat lembut, romantis, dan megah. Teknik memetik harpa membutuhkan koordinasi tangan yang sangat baik dan pemahaman tentang tangga nada. Harpa sering digunakan dalam orkestra klasik, musik pengiring upacara, dan terapi musik karena efeknya yang menenangkan.
  • Kecapi: Ini adalah alat musik petik tradisional Sunda yang terbuat dari kayu dan memiliki senar yang direntangkan di atas kotak resonansi. Kecapi dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari, dan suaranya sangat khas, lembut, dan mendayu-dayu. Kecapi biasanya dimainkan bersama suling dalam musik tembang Sunda atau sebagai pengiring vokal dalam seni Mamaos Cianjuran. Alat musik petik tradisional ini merupakan warisan budaya yang sangat berharga dan terus dilestarikan.
  • Sasando: Berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sasando adalah alat musik petik tradisional yang unik karena terbuat dari daun lontar yang dibentuk seperti keranjang. Senar-senarnya direntangkan di dalam keranjang tersebut, dan suara yang dihasilkan sangat khas, mirip dengan harpa atau gitar. Sasando dimainkan dengan cara dipetik menggunakan kedua tangan dan sering digunakan dalam upacara adat dan pertunjukan seni di NTT.
  • Sampe: Sampe adalah alat musik petik tradisional suku Dayak di Kalimantan. Bentuknya menyerupai perahu dengan dua atau tiga senar. Sampe dimainkan dengan cara dipetik dan suaranya yang ritmis sering mengiringi tarian adat dan upacara keagamaan. Bagi masyarakat Dayak, sampe bukan sekadar alat musik, melainkan juga simbol identitas dan spiritualitas.
  • Bass (Gitar Bass): Gitar bass adalah alat musik petik yang dirancang untuk menghasilkan nada rendah (bass). Biasanya memiliki empat senar yang lebih tebal dari senar gitar biasa. Bass berfungsi sebagai fondasi ritmis dan harmonis dalam sebuah band, menjembatani antara drum dan gitar melodi. Bass bisa dimainkan dengan jari (fingerstyle) atau menggunakan plektrum, dan teknik memetiknya sangat berpengaruh pada groove sebuah lagu.
  • Banjo: Banjo adalah alat musik petik yang identik dengan musik country dan bluegrass Amerika. Ciri khasnya adalah badan bundar seperti rebana dengan membran plastik atau kulit yang direntangkan. Banjo biasanya memiliki 4, 5, atau 6 senar dan menghasilkan suara yang cerah, tajam, dan "twangy". Teknik memetik banjo yang khas adalah dengan menggunakan tiga jari (three-finger style) yang dipopulerkan oleh Earl Scruggs.

Fungsi dan Manfaat Alat Musik Di Petik

Alat musik di petik memiliki fungsi yang sangat beragam, mulai dari fungsi estetis hingga fungsi terapeutik. Fungsi utama yang paling dikenal adalah sebagai media ekspresi seni dan hiburan. Dalam sebuah pertunjukan musik, alat musik petik seperti gitar akustik atau gitar listrik berperan sebagai pembawa melodi, harmoni, dan ritme. Seorang gitaris dapat menyampaikan emosi, mulai dari kegembiraan, kesedihan, hingga kemarahan, melalui petikan senarnya. Dalam konteks budaya, alat musik petik tradisional seperti kecapi dan sasando berfungsi sebagai pengiring upacara adat, ritual keagamaan, dan penceritaan kisah-kisah epik. Fungsi ini sangat penting dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi. Selain itu, alat musik petik juga berfungsi sebagai alat pendidikan, di mana belajar memainkannya dapat mengajarkan disiplin, kesabaran, dan koordinasi motorik.

Manfaat memainkan alat musik di petik bagi kesehatan mental dan fisik juga sangat signifikan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang bisa Anda dapatkan:

  • Meningkatkan Fungsi Kognitif Otak: Bermain alat musik petik, seperti gitar atau harpa, melibatkan koordinasi antara tangan, mata, dan otak secara simultan. Aktivitas ini merangsang kedua belahan otak, meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan pemecahan masalah. Studi menunjukkan bahwa musisi memiliki koneksi saraf yang lebih kuat di otak mereka.
  • Meredakan Stres dan Kecemasan: Memetik senar gitar atau ukulele dapat menjadi bentuk meditasi aktif. Fokus pada melodi dan ritme membantu mengalihkan pikiran dari kekhawatiran sehari-hari. Getaran dan suara yang dihasilkan juga memiliki efek menenangkan pada sistem saraf, menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dalam tubuh.
  • Melatih Disiplin dan Kesabaran: Menguasai teknik memetik gitar atau teknik memetik harpa tidak bisa instan. Dibutuhkan latihan rutin, kesabaran dalam menghadapi kesalahan, dan disiplin untuk terus belajar. Sifat-sifat ini sangat bermanfaat tidak hanya dalam bermusik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
  • Meningkatkan Keterampilan Sosial: Bermain alat musik petik seringkali dilakukan secara berkelompok, seperti dalam band, komunitas gitar, atau orkestra. Hal ini mendorong interaksi sosial, kerja sama tim, dan kemampuan untuk mendengarkan orang lain. Bergabung dengan komunitas musik juga dapat memperluas jaringan pertemanan.
  • Mengembangkan Kreativitas: Alat musik petik adalah kanvas bagi ekspresi kreatif. Anda bisa menciptakan melodi sendiri, mengaransemen ulang lagu favorit, atau berimprovisasi. Proses kreatif ini sangat memuaskan dan dapat menjadi saluran emosi yang positif.

Cara Menggunakan Alat Musik Di Petik

Cara menggunakan alat musik di petik sangat bervariasi tergantung pada jenis instrumennya. Namun, ada beberapa prinsip dasar yang berlaku untuk hampir semua alat musik dawai. Pertama, pahami anatomi instrumen Anda. Kenali bagian-bagian seperti headstock (kepala), tuning pegs (pemutar senar), fret (pada gitar dan mandolin), soundhole (lubang suara), bridge, dan body. Kedua, pastikan instrumen Anda dalam keadaan setel (tuned). Menyetel senar ke nada yang benar adalah langkah paling krusial sebelum mulai bermain. Anda bisa menggunakan tuner elektronik, aplikasi di smartphone, atau menyetel secara manual dengan telinga. Ketiga, pelajari posisi tangan yang benar. Tangan yang memetik (picking hand) bertanggung jawab untuk menghasilkan suara, sementara tangan yang menekan (fretting hand) bertanggung jawab untuk menentukan nada. Postur tubuh yang baik juga penting untuk menghindari cedera dan memudahkan pergerakan.

Berikut adalah langkah-langkah dasar untuk memulai bermain alat musik petik, khususnya gitar akustik sebagai contoh yang paling umum:

  1. Langkah 1: Posisi Duduk yang Benar: Duduklah di kursi yang nyaman dengan punggung tegak. Letakkan gitar di paha kanan Anda (jika Anda kidal, di paha kiri). Pastikan badan gitar menempel di dada Anda dan leher gitar mengarah ke kiri (atau kanan untuk kidal). Jangan membungkuk.
  2. Langkah 2: Menyetel Gitar: Gunakan tuner untuk menyetel senar dari yang paling tebal ke paling tipis: E (6), A (5), D (4), G (3), B (2), dan E (1). Putar tuning pegs hingga setiap senar menghasilkan nada yang tepat. Ini adalah dasar dari cara memetik gitar yang benar.
  3. Langkah 3: Belajar Memetik (Strumming): Gunakan ibu jari atau plektrum untuk memetik senar. Mulailah dengan gerakan ke bawah (downstroke) pada semua senar secara bersamaan untuk menghasilkan akord. Kemudian, coba gerakan ke atas (upstroke). Latih ritme yang sederhana, seperti down-down-up-up-down-up.
  4. Langkah 4: Belajar Akord Dasar: Akord adalah kumpulan tiga nada atau lebih yang dimainkan bersamaan. Pelajari akord dasar seperti C, G, D, A, E, Am, Em, dan Dm. Tempatkan jari-jari tangan kiri Anda pada fret yang tepat sesuai diagram akord. Pastikan setiap senar berbunyi jernih tanpa dengung.
  5. Langkah 5: Berlatih Fingerstyle: Teknik memetik harpa atau fingerstyle pada gitar dilakukan dengan menggunakan jari-jari tangan kanan (biasanya ibu jari, telunjuk, tengah, dan manis) untuk memetik senar satu per satu. Ini memungkinkan Anda memainkan melodi dan bass secara bersamaan. Mulailah dengan pola sederhana seperti pola Travis picking.
  6. Langkah 6: Konsistensi dan Kesabaran: Luangkan waktu setidaknya 15-30 menit setiap hari untuk berlatih. Fokus pada satu teknik atau lagu sampai Anda benar-benar menguasainya. Jangan terburu-buru. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

Tips Memilih Alat Musik Di Petik yang Tepat

Memilih alat musik di petik yang tepat bisa menjadi pengalaman yang membingungkan, terutama bagi pemula. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, mulai dari anggaran, genre musik, hingga kenyamanan fisik. Membeli instrumen yang salah bisa membuat proses belajar menjadi frustasi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset dan mencoba langsung instrumen tersebut sebelum memutuskan untuk membeli. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda memilih alat musik petik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

  • Tentukan Anggaran dan Tujuan Anda: Sebelum membeli, tanyakan pada diri sendiri: "Untuk apa saya membeli alat musik ini?" Apakah untuk hobi santai di rumah, untuk tampil di panggung, atau untuk rekaman? Untuk pemula, tidak perlu membeli instrumen yang paling mahal. Pilihlah instrumen dengan kualitas yang layak dalam rentang harga menengah. Gitar akustik atau ukulele entry-level dari merek ternama biasanya sudah cukup baik untuk belajar. Hindari membeli instrumen termurah karena kualitas suara dan ketahanannya seringkali buruk, yang justru akan menghambat proses belajar Anda.
  • Sesuaikan dengan Genre Musik Favorit Anda: Setiap jenis alat musik petik memiliki karakter suara yang cocok untuk genre musik tertentu. Jika Anda menyukai

❓ Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud dengan alat musik di petik?+
Alat musik petik adalah jenis alat musik yang menghasilkan bunyi melalui senar atau dawai yang dipetik menggunakan jari atau plektrum. Getaran dari senar yang dipetik kemudian diperkuat oleh resonansi badan alat musik, menghasilkan nada yang khas. Contoh umum termasuk gitar, kecapi, dan harpa.
Apa saja jenis-jenis alat musik di petik?+
Jenis-jenis alat musik petik meliputi gitar (akustik dan elektrik), ukulele, kecapi, harpa, mandolin, sasando, dan shamisen. Masing-masing memiliki bentuk, jumlah senar, dan teknik bermain yang berbeda.
Apa fungsi utama alat musik di petik?+
Fungsi utama alat musik petik adalah sebagai instrumen melodi dan harmoni dalam musik, baik untuk pengiring lagu maupun permainan solo. Alat ini juga sering digunakan dalam berbagai genre musik seperti klasik, folk, pop, dan tradisional untuk menciptakan ritme dan warna suara yang unik.
Bagaimana cara menggunakan alat musik di petik dengan benar?+
Pertama, posisikan alat musik dengan nyaman, misalnya gitar diletakkan di pangkuan atau diikat di bahu. Kedua, petik senar dengan jari atau plektrum secara perlahan untuk menghasilkan bunyi yang jernih. Ketiga, latih koordinasi tangan kiri untuk menekan fret (pada gitar) atau senar pada titik yang tepat agar nada yang dihasilkan sesuai.
Berapa harga alat musik di petik di pasaran?+
Harga alat musik petik sangat bervariasi tergantung jenis dan kualitas. Gitar akustik pemula dapat dibeli mulai dari Rp500.000 hingga Rp2.000.000, sementara gitar profesional bisa mencapai puluhan juta rupiah. Ukulele biasanya lebih terjangkau, mulai dari Rp200.000 hingga Rp1.500.000.
Di mana bisa membeli alat musik di petik?+
Alat musik petik dapat dibeli di toko alat musik fisik seperti Yamaha Music Store atau toko lokal, serta melalui platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak. Untuk instrumen tradisional, Anda bisa mencarinya di sentra kerajinan atau pasar seni daerah.
Apa perbedaan alat musik di petik tradisional dan modern?+
Alat musik petik tradisional seperti kecapi atau sasando biasanya terbuat dari bahan alami seperti kayu dan bambu, serta memiliki bentuk dan teknik bermain yang diwariskan secara turun-temurun. Sementara itu, alat musik modern seperti gitar elektrik menggunakan material sintetis dan teknologi elektronik untuk memperkuat suara, serta lebih fleksibel dalam berbagai genre musik kontemporer.
Bagaimana cara merawat alat musik di petik?+
Simpan alat musik di tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari langsung untuk mencegah kayu melengkung. Bersihkan senar dan badan alat secara rutin dengan kain lembut setelah digunakan, serta kendurkan senar jika tidak dipakai dalam waktu lama. Untuk gitar, lakukan penyetelan (tuning) secara berkala agar nada tetap akurat.